Stanley Ho – Sang Raja Judi Macau


Bagi anda yang sudah berkecimpung di dalam dunia perjudian, pastinya nama seperti Stanley Ho sudah sangat tidak asing lagi di sepasang telinga anda. Baik, pada artikel kali ini, tokoh utama yang akan kita bahas adalah sosok Stanley Ho yang kerap disebut-sebut sebagai Raja Judi asal Macau.Apakah hal itu benar atau hanya merupakan sebuah rumor belaka? Mari simak dengan seksama penjelasan lengkap dibawah ini.

Yups, Stanley Ho memang dikenal sebagai sosok raja judi asal Macau. Seperti yang diketahui dari berbagai sumber, Stanley Ho yang kini tengah berusia 93 tahun memang terlahir dari keluarga yang dikatakan cukup makmur dan paling berpengaruh di negara asalnya, yakni Hongkong pada tahun 1921.Namun tidak berselang lama kemudian, Stanley Ho beserta seluruh keluarganya dinyatakan bangkrut. Stanley Ho yang saat itu masih sangat muda pun banting tulang dari berjuang demi krisis ekonomi yang melanda keluarganya.Setelah berjuang dalam jangka waktu yang lama dan tepatnya ketika perang dunia kedua, Stanley Ho menjelma menjadi salah satu orang terkaya di dunia ini.

Terlebih lagi tepatnya pada tahun 2011, pihak Forbes memperkirakan bahwa aset kekayaan yang dimiliki oleh Stanley Ho mencapai $4.8 Miliar. Sungguh menakjubkan bukan? Bisnis utama yang digeluguti Stanley Ho adalah perjudian kasino yang memang dikatakan legal dan bebas dari jangkauan hukum di Macao sejak abad ke-19. Seperti yang diketahui, pria kelahiran tahun 1921 itu merupakan pemilik 15 kasino dan 18 kasino yang berdiri megah di Macao, yang meliputi olahraga pacuan kuda, perjudian lotere (togel) dan usaha transportasi besar yang bergerak di sektor pariwisata seperti kapal feri dan helikopter.

Menurut kutipan dari beberapa media Hongkong, sang ayah dari Stanley Ho, yakni Ho Sai Kwong dianugerahi 13 anak, termasuk Stanley Ho didalamnya. Dalam kasus ekonomi global yang sangat marak pada tahun 1930-an, keluarga Stanley Ho resmi jatuh bangkrut dan tidak disangkanya, dua saudara kandung Stanley Ho memutuskan untuk mengakhiri nyawanya dengan bunuh diri. Sehingga saat itu, keluarga Stanley Ho pun dikatakan sangat berantakan. Bayangkan saja, dari keluarga yang bergelimang harta menjadi keluarga miskin, hanya dalam seketika dan itupun harus memakan dua korban jiwa.

Naik ke jenjang yang lebih tinggi alias menjelang dewasa, Stanley Ho memperoleh beasiswa di Universitas Hongkong, tapi sangat disayangkan pendidikannya ini harus lenyap seketika setelah datangnya serangan Jepang ke seantero Asia Tenggara pada saat terciptanya Perang Pasifik.Stanley Ho berserta keluarga pun melakukan pelarian ke Macao untuk melindungi diri dari serangan-serangan berbahaya tersebut.Seperti yang diungkapkan oleh sejumlah ahli pengamat, Macao pada saat itu terjamin keamanannya dikarenakan bangsa Portugal bersikap netral dan sangat ramah terhadap seluruh masyarakat yang berasal dari Hongkong sehingga Jepang pun tidak berani untuk menyerang mereka.

Setelah perang pasifik tersebut dikatakan telah agak redah, Stanley Ho pun mulai merintis karir pertamanya dalam sebuah perusahaan Jepang yang bergerak di sektor impor-ekspor.Bakat pengusaha yang dimiliki Stanley Ho sukses membuat dirinya yang awalnya hanya sebatas karyawan menjadi partner dalam perusahaan tersebut.Menurut rincian yang dituliskan oleh Joe Studwell dalam bukunya yang berjudul “Asian Godfathers”, menyebutkan bahwa perjalan karir Stanley Ho semakin berkembang ketika jaman Perang Pasifik.Kenapa begitu? karena Stanley Ho yang melihat hal itu pun langsung berputar otak dan memanfaatkan segala kesempatan emas yang ada dengan menjalankan usaha penjualan barang mewah yang di ekspor ke negeri panda, Tiongkok. Terlebih lagi, Stanley Ho juga mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sektor kerosin pada tahun 1943.

Tepatnya pada tahun 1962, Stanley Ho menginvestasikan sebagian besar dana keuntungannya sebagai bentuk untuk memenangkan hak monopoli dalam bisnis perjudian yang terdapat di Macao. Stanley Ho beserta sejumlah rekan konglomeratnya, yakni Henry Fok, Yip Hon dan Teddy Yip, mengajukan diri untuk mempromosikan kepariwisataan di Macao dan mengembangkan sarana dan prasana yang terdapat di daerah Macao. Sebagaimana hasilnya, mereka sukses memenangkan hak suara untuk memonopoli segala bisnis perjudian yang terletak di Macao.Sehingga pada saat itu, perusahaan yang mereka dirikan dinamai sebagai Sociedade de Turismo e Diversoes de Macau atau yang memiliki kata singkat STDM.

Pelan pelan tapi pasti, Stanley Ho kemudian memperkenalkan gaya perjudian kasino khas negara Barat dan menambah sekaligus meningkatkan sejumlah sarana transportasi di daerah Macao guna memudahkan serta mempercepat perjalanan sejumlah masyarakat lokal ataupun masyarakat mancanegara dari wilayah Hongkong ke Macau. Pilihan agen sbobet terpercaya dalam pembuatan akun judi online.

Tidak mau kalah bersaing, Stanley Ho menyumbangkan setengah keuntungan yang didapatkannya dari bisnis perjudiannya untuk menunjukkan kepada publik betapa besar bisnis perjudian yang dikelolanya. Pada tahun 2007, bisnis perjudian di Macao sukses menumbangkan Las Vegas dari tingkat penghasilan sekaligus tingkat perjudian. Dan seperti yang diprediksikan, penghasilan yang diraup oleh perjudian Macao akan terus meningkat untuk kedepannya, berhubung sudah terdapat banyak sekali masyarakat lokal yang kini telah naik kelas menjadi OKB (orang kaya baru).

Bersamaan, tepatnya pada tahun 2007 dimana Macao sukses mencapai puncak tertingginya, Genting Highlands Malaysia resmi memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Stanley Ho.Mengapa begitu? dikarenakan pihak Genting Highlands sengaja mengambil langkah ini guna memudahkan hubungan dengan pihak Star Cruises dalam rangka untuk memenangkan bid yang bernilai $3.4 Miliar, yang dimana nantinya dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun kasino di negara seribu satu larangan, siapa lagi kalau bukan negara Singapura.

Disebut-sebut, Stanley Ho juga telah telah mempersiapkan konsekusi untuk putri kesayangannya, yakni Pansy Ho dengan menempatkannya menjadi direktur resmi SJM. Sedangkan untuk salah satu putra kecintaannya, Lawrence Ho juga tidak mau kalah dengan menjadi pemimpin pada salah satu kasino milik ayahnya yang bertempat di wilayah Macao. Dikatakan bahwa Stanley Ho sempat memperoleh sejumlah permasalahan terkait pembagian aset harta kekayaan kepada 16 anaknya yang berasal dari empat istri tercintanya. Dan bahkan permasalahan tersebut sempat menjalar ke pengadilan hukum. Namun, pada bulan Maret 2011, Stanley Ho menarik sekaligus melenyapkan permasalah ini dari pengadilan hukum setempat.

Selama masa kejayaannya hingga saat ini, Stanley Ho memang dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan bahkan dia sangat dicintai oleh sejumlah masyarakat karena sifatnya yang sangat rendah hati. Namun, seperti yang pernah dilaporkan oleh media Filipina yakni Manila Standard, Stanley Ho dikatakan memiliki hubungan yang erat dan sekaligus berkecimpung dengan Triad (selaku kelompok orang China yang bergerak di bidang sindikat, seperti pembunuhan, narkoba, prostitusi, judi. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan uang berjumlah besar hanya dalam waktu singkat).